Sabtu, 16 Mei 2009

kotak harta kami

pernah punya sebuah kotak yang isinya semua kenangan kita dari jaman jebat ampe sekarang ngga? hmmm... sebelumnya, laki-laki itu memang tidak pernah punya. saya inget hari itu, menjelang saya mau pergi ke Jakarta (untuk kerja pertama kalinya) dan kami akan dipisahkan lagi untuk kesekian kalinya.

kami memang sudah lama saling mengenal, dari tahun 2002, sampe detik ini. kalo di itu, udah berapa hari, jam, menit detik kah pertemuan dan hubungan ini. angkanya pasti buanyaaaakkk... saya masih punya tuh, email dan surat (iyaa,... jaman dulu, pas pertama kali pisahan, kami masih pake surat) yang saya terima dari dia ketika episode pertama kami dimulai. jarak yang memisahkan, serang-solo, kami tempuh jalan apapun supaya komunikasi di awal hubungan kami berjalan dengan lancar.

sampe akhirnya saya punya handphone, dan menggunakan email, karena surat sudah ketinggalan jaman dan butuh waktu dan biaya yang lebih banyak. surat yang sudah dikirimkan, lebih dari sepuluh, kadang datang bersama dengan benda2 kecil, kadang bersama cokelat... ya.. apapun lah, sekedar untuk mengungkapkan bahwa saya sayang sama dia, begitu juga sebaliknya. sampe akhirnya, semua benda2 yang mewakili perasaan kami, beserta semua moment diantaranya terkumpul dan berserakan.

kadang email dari dia saya sengaja di print untuk dibingkai, atau sekedar dibaca berulang-ulang, karena kekuatan dari tulisan itu mampu membuat saya bahagia selama berhari-hari.

sampai hari itu, saya merasa bahwa kenangan ini terlalu banyak saya bawa dengan saya saja. dan dengan alasan berpisahnya kami untuk kedua kalinya itu juga, saya pikir saya perlu membagi harta saya dengannya. dan dia, memiliki bagian yang sama besarnya dengan saya.
seharusnya kotak harta kami bertambah isinya, karena berikutnya, kami akan mengisinya pada kotak yang sama. tapi sayangnya kotak itu tidak bersama kami saat ini, sedang dititipkan kepada saudara karena engga ada space untuk membawanya beserta perjalanan kami saat ini.
selanjutnya, saya sih masih pengen punya kotak itu, untuk menyimpan kenangan kami berikutnya, dengan status yang berbeda, tapi tentu tidak kalah indahnya... semoga.
-nana saktiwibowo-
masih ngisi sendiri sambil ngerayu2 si jay supaya mau ikutan isi entry




Tidak ada komentar:

Posting Komentar