Senin, 20 Juli 2009

Oendangan


Kalaoe tiada halangan jang berarti, kalaoe loempoer tiada menjerang warga kota delta seperti doea taoen laloe, toean dan njonja teman daripada sahaja dioendang oentoek tiba di pesta berkahwinnja saja dengan sahaja poenja perempoean poedjaan.

Mohon djangan dibajangkan pesta seperti toean dan njonja biasa berdansa di gedoeng Dharma Wanita di sebelah oetara Lapangan Delta. Tapi bila toean dan njonja sekedar maoe mentjitjipi hidangan, ada sate kambing dan goele djoegalah.

Ijab sahaja, anak mantan pegawai pemerintah dengan Ratna Permatasari, anak pedagang biasa dari Kampoeng Gedangan dilakoekan di boelan agoestoes tanggal 2 poekoel 09 pagi di roemah sahaja poenja tjalon bini, peroemahan permata tjandiloka blok S2 no sepoeloeh, Ketjamatan tjandi sidoardjo.

Syoekoeran berkahwin diadakan di sitoe joega poekoel 10 pagi. Djaoehnja dari kampoeng poenya orang aseli jang soenggoeh berdjoeta pohon ceremainja, kira-kira habis doea karoeng roempoet boeat koeda toean poenja sado ataoe bendi. Orang sitoe menjeboetnja Keramean Ngetjan.
Mentjari tempat berkahwinnja sahaja gampang sadja. Kalaoe toean naik angkoet besar lapangan besar aloen-aloen sidoardjo, tjari sadjalah djoeroesan ke arah Porong, dan mintalah toean dan njonja toeroen di keramean ngetjan. Dari sitoe ada angkoetan sado ataoe odjek ke roemah sahaja poenja tjalon bini.

Kalaoe toean soeda tiba di depan peroemahan permata tjandiloka, tjari sadja roemah berwarna hidjaoe tjang letaknja persis di depan perempatan pertama. Seharusnja tidaklah soesah mentjarinja karena letak roemah dapat dilihat langsung dari pintoe masuk peroemahan. Semogalah toean dan njonja dapat menemoekannya.

Djangan loepa membawa roempoet doea karoeng kalaoe toean membawa sado sendiri biar koeda toean tiada kelaparan selama menoenggoe toean dan njonja di atjara berkahwinnja saja dengan saja poenja tjalon bini.

Zaenoedin sakti wibowo

Tjatatan :
Oentoek keterangan lebih landjut dan peta menoejoe tempat perhelatan silahkan toean dan njonja meng-klik berikoet : http://www.permatasakti.blogspot.com

Rabu, 10 Juni 2009

belum ada judul

It's about 2 month one week trough my wed. saya tetep aja count down meskipun si mas tetep aja ngelarang saya terus-terusan ngitung kapan tepatnya kami akan melakukan pernikahan. iyaaa,,... saya akui deh, saya emang agak terobsesi ama sesuatu yang berjudul pernikahan. sedikit addict menuju obsest lah... kalo di jus kayaknya enak tuh. hahaha...

Ngebayangin, hari dimana ada laki-laki yang mau mengikatkan hidupnya dengan hidupmu, menerima dirimu sebagai tanggung jawabnya menggantikan tugas kedua ortumu, berjanji untuk membimbingmu menuju kebaikan dan berperan sebagai penunjuk arah dalam hidupmu. Bersedia untuk selalu, senantiasa menjadi bahu untuk setiap tetes airmata yang akan tumpah, untuk selalu menggenggam tanganmu ketika kau tak tau arah kemanakah kaki akan membawamu. Di hari itu, laki-laki itu berjanji untuk selalu, senantiasa, akan menemanimu dalam keadaan apapun kamu, dalam wajah yang luar biasa sempurna, saat kerut wajah itu belum ada, bahkan sampai kulit halus itu berganti dengan kerutan halus dan gigi yang tak lagi mampu mengunyah.

Tuhan, membayangkan itu semua… hati ini tergetar.

Saya tau, saya ini jauh sekali dari sempurna. Fisikly, hahaha… completely just ordinary woman. Cewek berisi ‘banyak daging lah’ cenderung gemuk, yang saat ini aja udah di ultimatum boleh gendut tapi ngga boleh gembrot, hahaha.. entahlah apa maksudnya. Ngga ada yang istimewa dalam diri saya. Kadang saya juga heran, dia, laki-laki itu, menghapus semua keraguan dalam dirinya dan meminta saya menjadi bagian dari hidupnya.

Iya, saya memang engga sempurna. Jauh sekali dari itu malahan, masih suka marah-marah ngga jelas ama dia, terlebih kalo PMT (Pre Menstruation Tension) lagi tinggi-tingginya. Apa yang dia bilang kayak silet gitu rasanya, apa yang dia lakukan seperti semuanya salah. Saya tiba-tiba menjadi si ms. Perfectionist yang menginginkan semuanya terencana dan seperti engga mau ama dia yang lebih suka mengalir seperti air. Hmmmhhh…

Perfect, maybe it’s –definitely- not my middle name. Masih banyak sekali yang harus saya perbaiki dalam diri saya. Tentu saja saya menyadari betul hal itu. Justru itulah mungkin yang akan saya persembahkan untuk laki-laki yang mengikrarkan dirinya untuk menjadi imam saya di hari bersejarah itu. Bukan kesempurnaan yang akan saya berikan kepada dirinya. Justru ketidak sempurnaan ini, yang akan menjadi lebih sempurna dengan adanya dirinya di samping saya, itulah yang akan saya berikan. Bukan kesempurnaan yang tidak perlu di lengkapi lagi, tapi kekurangan ini yang akan menjadi lengkap dan lebih baik dengan adanya dia di samping saya, itu yang saya harapkan. Justru bukan kesempurnaan yangmembosankan, tapi nantinya akan ada banyak sekali pengalaman yang lebih menyenangkan menuju perbaikan diri bersama-sama, itu yang saya janjikan.

Tuhan, jika dia memang laki-laki yang Engkau ikatkan benang merahnya pada kelingking hamba, maka mudahkan jalan kami menuju rahmat dan ridho-Mu. Menjalani kehidupan berikutnya dengan lebih baik demi menggapai surgaMu ya Rabb…

Amien.

Bogor, 8 June 2009.

Minggu, 31 Mei 2009

the proposal of engagement

location : Restoran Dim Sum Dermaga Cibubur

setelah adegan lampu mati, yang saya pikir mati beneran, tapi akhirnya nyadar klo disengaja pas manager restonya datang sambil bawa kue tart bertuliskan :

"5th Anniversary"
Jay & Ratna



Jay says :

"Ya Alloh, jadikanlah kami sebagai pasangan selamanya, sampai kakek nenek, sampai ajal memisahkan kami... Ampunilah dosa-dosa yang kami lakukan dalam perjalanan selama 5 tahun kemarin baik yang kami sengaja maupun tidak... Semoga perjalanan selama 5 tahun ini merupakan modal yang cukup untuk perjalanan kami kedepannya...

... Selamat panjang Umur... dan Bahagia..."

Nana says :

*ngga bisa ngomong apa-apa, hanya nangis sesenggukan, mantuk-mantuk mengiyakan dan mengamini doa yang keluar dari mulut laki-laki itu di hari perayaan 5 tahun kami*

satu-satunya kalimat yang keluar dari mulut saya : " kok ada kacangnya sih mas..." hahahha,.. goblok bangeddd!!!

kata Jay lagi :
"sengaja, supaya kamu tau kalo aku tuh suka kacang dan kamu ngga suka kacang yang dicampur ama ke dalam jenis makanan lainnya"

saya masih mau komentar lagi, tapi sama si Jay langsung di potong...

" Ssstt... aku mau ngomong serius..." sambil memegang tangan saya...

"Mau ngga kamu nikah sama aku" dan saya masih gaya norak *sama sekali ngga seperti pilem-pilem romantis yang suka saya tonton* saya nangis lagi sambil pegangin pundaknya dan menganggukkan kepala, bilang iya lah mas... aku mau...

lalu kami tukar cincin, bukan cincin yang baru, cincin kami yang lama sihh... tapi miliknya diberikan untuk saya.. dan cincin saya di minta dia...

thanks God... for giving him, the best man of my life...

Selasa, 19 Mei 2009

our dreams













home of our dream..
maybe everybody's dream...

Senin, 18 Mei 2009

wisata kuliner

si mas ngajak wisata kuliner Bango di senayan weekend ini. hmmm, kalo di pikir-pikir sepertinya kami memang jarang banget pergi ke suatu tempat dengan tujuan untuk menikmati makanan.
sebenarnya, kalo boleh milih sih saya lebih seneng eksplorasi keterampilan masak dirumah daripada jajan. disamping karena weekend adalah priceless moment buat kami, dengan masak sendiri, otomatis bisa men-upgrade kemampuan memasak saya yang tadinya cuma bisa masak mie instan godok menjadi memasak mie instant goreng... (wakakaka, bisa dibilang upgrade gak yahhh??)
eniwei, masalahnya, saya belum punya kompor, dan segala hal yang berbau perdapuran. dengan ukuran kamar kos yang cuma 3x4 m itu, engga mungkin buat saya untuk beli segala hal berbau api (lagian saya trauma banget ama yang namanya api) dan menaruhnya disana. enggak!

so, saya buat list aja dah apa-apa saja yang mau saya beli menyangkut ilmu perdapuran jika saya pindah ke kontarakan kelak :
1. Wajan teflon untuk goreng telur berbentuk sapi/bintang/love
2. saringan mie atau untuk cuci sayur
3. wajan gedhe
4. panci gedhe
5. temennya wajan dan panci (saya lupa namanya)
6. kompor!!! walah, yang paling penting malah lupa.
7. mungkin kulkas lebih gedhe kali ya...

engga harus sama dengan gambar disamping, yang penting cukup untuk saya bisa berkreatif ria membuatkan si mas makan siang. hehehe :)

Minggu, 17 Mei 2009

pernikahan islami

Berikut ini adalah contoh prosesi atau tata cara pernikahan bagi umat Islam yg kami sadur dari situs KMII Jepang

UPACARA PRA-NIKAH:

PENYERAHAN CALON PENGANTIN LAKI-LAKI OLEH WAKIL KELUARGA LAKI-LAKI KEPADA WAKIL KELUARGA PEREMPUAN UNTUK DINIKAHKAN (KELUARGA LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN BERDIRI BERHADAP-HADAPAN).

PENERIMAAN OLEH WAKIL KELUARGA PENGANTIN PEREMPUAN DAN SIAP AKAN SEGERA DINIKAHKAN (LALU SEMUA HADIRIN DUDUK).

PENGECEKKAN SURAT-SURAT DAN KELENGKAPAN PERNIKAHAN (OLEH PENGURUS)

URUTAN UPACARA PERNIKAHAN:

1. PEMBUKAAN DAN PENGANTAR PEMBAWA ACARA

2. PEMBUKAAN DAN PENGANTAR PEMBAWA ACARA

3. PEMBUKAAN DAN PENGANTAR PEMBAWA ACARA

4. PEMBACAAN AYAT AL QUR’AN DAN TERJEMAHANNYA

5. PEMBACAAN SYAHADAT BAGI KEDUA MEMPELAI

6. MINTA DOA RESTU OLEH PENGANTIN PUTRI

7. DITANYA KESIAPAN KEDUA MEMPELAI

8. IJAB QOBUL (WALI SALAMAN DENGAN PENGANTIN LAKI-LAKI)

9. DILANJUTKAN DOA DAN SHOLAWAT

10. CIUM TANGAN ISTRI KEPADA SUAMI

11. PENYERAHAN MAS KAWIN (DIBUKA DAN RING DIPAKAI)

12. PEMBACAAN KEWAJIBAN SUAMI

13. TANDA TANGAN SURAT NIKAH (SUAMI, ISTRI, WALI, SAKSI)

14. KHUTBAH NIKAH

PENUTUP

UCAPAN SEAMAT DAN SALAM-SALAMAN SERTA FOTO BERSAMA


DETAIL URUTAN UPACARA PERNIKAHAN ISLAM


Pembukaan (oleh Pembawa acara)


Assalaamu ‘alaikum wr.wb.

Hadirin sekalian, Rasulullah SAW dalam suatu hadistnya menyatakan bahwa’ Annikaahu sunnatii, faman roghiba ‘an sunnatii falaisa minnii (Nikah itu sunnahku, maka siapa yang tidak suka sunnahku bukanlah dari golonganku). Untuk itu, marilah kita buka bersama upacara pernikahan yang insya Allah sebentar lagi akan segera berlangsung ini dengan bacaan ‘Basmalah’. BISMILLAHIR RAHMAANIR RAHIIM. Selanjutnya bersama ini kami sampaikan susunan acara pernikahan sebagai berikut:


Pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan terjemahannya


Hadirin sekalian. Untuk menambah keagungan dan keberkahan upacara pernikahan ini, marilah kita dengarkan bersama pembacaan ayat-ayat suci Al Quran yang akan dibawakan oleh Sdr…………………………………….dan terjemahannya oleh Sdr………………………dengan mengambil surat…………..ayat …………….s/d ayat…………… Kepada mereka berdua kami persilahkan.


Membaca Syahadah dan artinya (oleh penghulu diikuti kedua mempelai)


Hadirin sekalian, khususnya kepada calon temanten berdua, marilah kita perbaharui janji dan kesaksian kita atas keesaan Allah agar iman kita selalu bertambah setiap saat. Kepada temanten berdua, marilah ikuti saya:

ASYHADU ALLAA ILAAHA ILLALAAH, WA ASYHADU ANNA MUHAMMADAR RASUULULLAAH (3x)

(Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah)


Meminta Doa Restu Orang Tua


Hadirin sekalian, dalam suatu hadist juga disebutkan bahwa: ‘RidholLaahi fii ridlhal waalidain’ (Ridho Allah itu terletak pada keridhoan ke dua orang tuanya). Oleh karena itu sebelum menikah sebaiknya memohon maaf serta meminta izin kepada kedua orang tuanya. Namun bagi calon mempelai wanita yang orang tuanya belum Islam, hukum perwalian menjadi gugur sehingga izin orang tua tidak diperlukan. Mempelai wanita telah meminta Bapak Tachrir Fathoni sebagai wali hakim. Untuk itu saya minta ananda ……………….. mohon maaf dan memohon kepada walinya untuk menikahkannya.


Mempelai Perempuan:


Bismillaahir Rahmaanir Rahiim, Bapak Wali hakim, saat ini ananda mohon maaf atas segala kesalahan ananda baik yang ananda sengaja maupun yang tidak disengaja. Selanjutnya ananda mohon doa restu serta mohon Bapak nikahkan ananda dengan Mas …………………….. Ananda "Ikhlas", ananda ridho pernikahan ananda Bapak laksanakan.


Bapak/ Wali:


Ananda …………….., Sebagai Wali hakim yang ananda beri amanah, Bapak telah memaafkan segala kesalahanmu dan Bapak merestui pernikahanmu dengan Ananda ………………. Insya Allah sebentar lagi pernikahanmu akan Bapak laksanakan. Teriring doa semoga pernikahanmu penuh berkah dan kedamaian serta mendapatkan ridho Allah SWT, Amin ya Robbal alamin.


Kesiapan Kedua Mempelai

Penghulu:


Bertanya kepada masing-masing calon suami/calon istri secara bergantian:

Ananda ………………/ ……………. Apakah ananda ………………/………………. dengan tulus ikhlas tanpa paksaan mencintai ananda ………………/ ………………. dan siap untuk dinikahkan secara Islam?


Pengantin:

:

:

Ya, saya dengan tulus ikhlas tanpa paksaan mencintai ………………/……………….. dan siap untuk dinikahkan secara Islam.


Penghulu:


Alhamdulillah, dengan disaksikan para tokoh masyarakat, alim ulama, para saksi serta hadirin sekalian, kedua calon mempelai telah bersedia menikah dengan kesadaran sendiri secara ikhlash tanpa paksaan. Untuk itu sampailah kita pada acara terpenting dalam kehudupan kedua mempelai yaitu Ijab Qobul. Kepada orangtua/Bapak Wali hakim kami persilahkan untuk menikahkan kedua mempelai.


Ijab-Qobul Nikah

Wali/Orang Tua (sambil berjabat tangan dengan mempelai lelaki) :

(sambil berjabat tangan dengan mempelai lelaki) :

(sambil berjabat tangan dengan mempelai lelaki) :

BISMILLAHIR RAHMAANIR RAHIIM.ANANDA …………………. BIN …………………….SAYA NIKAHKAN ENGKAU DENGAN ANANDA…………………… BINTI ……………………DENGAN MASKAWIN BERUPA

…………………………………………………….


Temanten pria :


SAYA TERIMA PERNIKAHAN SAYA DENGAN………………………… BINTI ……………………………DENGAN MASKAWIN BERUPA………………………………………………………………..


Doa (Oleh Ustadz/penghulu)


BaarokalLaahu Lakuma bi Barookatil Faatihah,

A’UDZU BILLAHI MINASSYAITHONIR ROJIIM, BISMILLAHIR RAHMAANIR RAHIIM, ALHAMDULILLAHI ROBBIL ‘AALAMIIN, ARRAHMAANIR RAHIIM,

MAALIKI YAUMIDDIIN, IYYAKA NA’BUDU WA IYYAKA NASTA’IIN, IHDINASSHIRAATAL MUSTAQIIM, SHIRAATHAL LADZIINA AN’AMTA ‘ALAIHIM, GHOIRIL MAGHDHUUBI ‘ALAIHIM, WALADDHOOLLIIN. .AMIEN.

ALHAMDULILLAHI RABBIL ‘AALAMIIN, HAMDAN YUWAFII NI’AMAHU WAYUKAAFI’U MAZIIDAH, YAA RABBANAA LAKAL HAMDU, KAMA YAMBAGHI LIJALAALI WAJHIKALKAL KARIIM WA’ADHIIMI SULTHONIK, ALLAHUMMA SHOLLI ‘ALAA SAYYIDINAA MUHAMMAD WA’ALAA ALIHI WA ASHHAABIHI AJMA’IIN. ALLAHUMMA ALLIF BAINA …………… BIN ………………… WA …………………… BINTI …………………… KAMA ALLAFTA BAINA NABIYUKA ADAM WA HAWA, WA KAMA ALLAFTA BAINA ROSUULIKAL KARIIM MUHAMMAD S.A.W WA KHODIJAH AL- MUKARROMAH


Allahumma, Yaa Allaah, satukanlah hati kedua mempelai ini sebagaimana Engkau telah menyatukan antara hati NabiMu Adam dan Hawa serta antara RasulMu yang mulia Muhammad SAW dan Siti Khodijah.


Allahumma, Yaa Allaah, berkahilah kiranya kedua mempelai ini, dengan kehidupan yang penuh dengan kebahagiaan di dunia dan di akherah.


Allahumma Yaa Allaah, anugerahilah kedua mempelai ini dengan keturunan yang saleh saleh, yang berbakti kepadamu, dan taat kepada kedua orang tuanya serta berguna bagi


Agama, Bangsa dan Negara.


Allahumma, Yaa Allah, rahmatilah kami semua yang hadir disini dengan kehidupan yang bahagia sejak di dunia sampai di akherat dan hindarkanlah kami dari siksa neraka. Robbanaa hab lanaa min azwaajinaa wa dzurriyyatinaa qurrota a’yun waj’alnaa lil muttaqiina imaama. Rabbana aatina fid dunyaa khasanah, wa fil akhirati khasanah waqinaa adzabannar, alhamdulillahi robbil aalamiin.


Penghulu:


Hadirin sekalian, dengan disaksikan para saksi yang mulia serta hadirin sekalian yang terhormat, alhamdulillah upacara pernikahan serta ijab dan qobul telah berlangsung dengan lancar menurut agama Islam. Oleh karena itu, sejak selesainya ijab qobul tersebut, hubungan antara ananda …………… dengan ananda …………….. menurut agama Islam telah syah sebagai

suami istri. Mudah-mudahan hidup kedua mempelai ini diberkahi cucuran rakhmat dari Allah SWT, serta bahagia di dunia dan di akherat. Amiin.

YAAA ROBBIGHFIR MUSTHOFAA, BALLIGH MAQOOSHIDANAA, WAGHFIRLANAA MAA MADHOO, YA WAASI’AL KAROMIII. (4x)


Cium Tangan & Penyerahan Maskawin


Hadirin sekalian, selanjutnya, sebagai lambang kasih sayang serta ketaatan seorang istri kepada suami, saya minta Ananda …………. mencium tangan suaminya Mas ………………. Setelah itu suami menyerahkan maskawinnya dan memakaikan ring kawin kepada isterinya.


Pembacaan kewajiban suami-istri (sighat takhliq)


Selanjutnya kami mohon kesediaan kedua mempelai secara bergantian untuk mengucapkan janji setia serta kewajiban masing-masing kepada pasangannya. Janji dan kewajiban tersebut hendaknya selalu diingat baik-baik terutama apabila di kemudian hari nanti timbul permasalahan hubungan antara keduanya. (Teks kewajiban suami istri, lihat Isi sighat takhliq dibawah)


Tanda tangan berkas pernikahan


Hadirin sekalian, acara berikutnya penandatangan berkas pernikahan. Untuk itu, kami mohon kedua mempelai, wali nikah, serta para saksi maju ke depan untuk menandatangani dokumen pernikahan.


Khutbah nikah (oleh Ustadz)

Penutup (oleh Pembawa acara)


Hadirtin sekalian, dengan telah selesainya khutbah nikah tersebut, maka seluruh rangkian upacara pernikahan menurut ajaran Islam telah selesai dilaksanakan. Kita doakan bersama semoga kedua mempelai tersebut selalu mendapatkan hidayah dan cucuran rahmat dari Allah SWT serta diberikan kebahagian di dunia ini sampai di kelak kemudian hari. Marilah acara ini kita tutup bersama dengan bacaan ‘HAMDALAH’. Alhamdu Lillahi Robbil ‘Aalamiin. Wassalaamu ‘alaikum wr.wb.


Ucapan selamat dan foto bersama


Seluruh hadirin dimohon berdiri untuk memberikan ucapan selamat kepada

mempelai berdua dan keluarganya diiringi dengan bacaan sholawat. Kemudian

dilanjutkan foto bersama.


ISI SHIGAT TAKHLIQ


Bismillahirrohmanirrohim Sesudah akad nikah, saya ……………… bin ……………… Berjanji dengan sesungguh hati, bahwa saya akan menepati kewajiban saya sebagai suami, dan akan saya pergauli isteri saya bernama ……………… dengan baik (mu’asyarah bil ma’ruf) menurut ajaran syari’at Islam.

Selanjutnya saya membaca sighat ta’lik atas isteri saya itu sebagai berikut :

Sewaktu-waktu saya :

1. Meninggalkan isteri saya tersebut dua tahun berturut-turut,

2. Atau saya tidak memberi nafkah wajib kepadanya tiga bulan lamanya,

3. Atau saya menyakiti badan/jasmani isteri saya itu,

4. Atau saya membiarkan (tidak memperdulikan) isteri saya itu enam bulan lamanya,

Kemudian isteri saya tidak ridla dan mengadukan halnya kepada Pengadilan Agama atau petugas yang diberi hak mengurus pengaduan itu, dan pengaduannya dibenarkan serta diterima oleh pengadilan atau petugas tersebut, dan isteri saya itu membayar uang sebesar Rp. 1000,- (seribu rupiah) sebagai ‘iwadl (pengganti) kepada saya, maka jatuhlah talak saya satu kepadanya. Kepada pengadilan dan petugas tersebut tadi saya kuasakan untuk menerima uang ‘iwadl (pengganti) itu dan kemudian menyerahkannya kepada Badan Kesejahteraan Masjid (BKM) Pusat untuk keperluan ibadah sosial.

Suami.


KEWAJIBAN SUAMI TERHADAP ISTERI


1. Berlaku sopan santun terhadap isteri

2. Memberi penuh perhatian terhadap isteri, dan selalu bermuka manis

3. Berlaku adil, sabar dan mengemong/membimbing terhadap isteri atas kekurangan budi pekertinya

4. Berusaha mempertinggi kecerdasan dan keimanan isteri dan memberikan pengertian dalam segala hal yang sangat berguna, dengan cara yang mungkin dilaksanakan

5. memelihara kewibaan sebagai suami dengan jalan yang tidak menggu-nakan kekerasan

6. Memberi kebebasan kepada isterinya untuk bergaul dan bergerak di tengah-tengah masyarakat, asal saja berjalan di atas hokum Allah

7. Melarang isteri dari melakukan pekerjaan yang mungkin berakibat ma’siat dan kemungkaran

8. Tidak memberi perintah yang memberatkan isteri dan yang tercela/terlarang

9. Memberi nafkah menurut kekuatan dari hasil usaha suami

10. Berusaha agar segara keperluan rumah tangga dapat cukup walaupun sederhana atas dasar tolong menolong

11. Menghormati dan bersikap sopan santun terhadap keluarga


KEWAJIBAN ISTRI TERHADAP SUAMI


1. Taat dan patuh kepada suami dalam segala hal yang tidak menyimpang dari ajaran Islam

2. Berlaku sopan santun terhadap suami

3. Tidak menyiksa perasaan suami dan mempersulitnya

4. Tidak berlaku cemburu yang tidak beralasan

5. Berlaku adil, jujur dan sabar terhadap suami/keluarganya dan atas keku-rangan budi pekerti mereka

6. Berhias dan bersolek untuk menyenangkan suami

7. Berlaku hemat, cermat dan tidak pemboros

8. Berlaku sebagai ibu dari putera-puterinya, selalu mendidik dan melaya-ninya dan berlaku adil dan jujur terhadap mereka

9. Minta izin dan bermusyawarah kepada suami apabila hendak berbuat sesuatu di luar tugasnya sebagai isteri

10. Mengatur dan menyusun rumah tangga

11. Bersikap ridho dan syukur

12. Membantu suami dalam memimpin keselamatan dan kebahagiaan seluruh keluarga terutama bagi anak-anaknya


taken from :

http://cetakundangan.blogsome.com/2008/09/24/prosesi-upacara-pernikahan-islam/

Sabtu, 16 Mei 2009

kotak harta kami

pernah punya sebuah kotak yang isinya semua kenangan kita dari jaman jebat ampe sekarang ngga? hmmm... sebelumnya, laki-laki itu memang tidak pernah punya. saya inget hari itu, menjelang saya mau pergi ke Jakarta (untuk kerja pertama kalinya) dan kami akan dipisahkan lagi untuk kesekian kalinya.

kami memang sudah lama saling mengenal, dari tahun 2002, sampe detik ini. kalo di itu, udah berapa hari, jam, menit detik kah pertemuan dan hubungan ini. angkanya pasti buanyaaaakkk... saya masih punya tuh, email dan surat (iyaa,... jaman dulu, pas pertama kali pisahan, kami masih pake surat) yang saya terima dari dia ketika episode pertama kami dimulai. jarak yang memisahkan, serang-solo, kami tempuh jalan apapun supaya komunikasi di awal hubungan kami berjalan dengan lancar.

sampe akhirnya saya punya handphone, dan menggunakan email, karena surat sudah ketinggalan jaman dan butuh waktu dan biaya yang lebih banyak. surat yang sudah dikirimkan, lebih dari sepuluh, kadang datang bersama dengan benda2 kecil, kadang bersama cokelat... ya.. apapun lah, sekedar untuk mengungkapkan bahwa saya sayang sama dia, begitu juga sebaliknya. sampe akhirnya, semua benda2 yang mewakili perasaan kami, beserta semua moment diantaranya terkumpul dan berserakan.

kadang email dari dia saya sengaja di print untuk dibingkai, atau sekedar dibaca berulang-ulang, karena kekuatan dari tulisan itu mampu membuat saya bahagia selama berhari-hari.

sampai hari itu, saya merasa bahwa kenangan ini terlalu banyak saya bawa dengan saya saja. dan dengan alasan berpisahnya kami untuk kedua kalinya itu juga, saya pikir saya perlu membagi harta saya dengannya. dan dia, memiliki bagian yang sama besarnya dengan saya.
seharusnya kotak harta kami bertambah isinya, karena berikutnya, kami akan mengisinya pada kotak yang sama. tapi sayangnya kotak itu tidak bersama kami saat ini, sedang dititipkan kepada saudara karena engga ada space untuk membawanya beserta perjalanan kami saat ini.
selanjutnya, saya sih masih pengen punya kotak itu, untuk menyimpan kenangan kami berikutnya, dengan status yang berbeda, tapi tentu tidak kalah indahnya... semoga.
-nana saktiwibowo-
masih ngisi sendiri sambil ngerayu2 si jay supaya mau ikutan isi entry